Ironi Pendidikan Dasar dan Minimnya Tenaga Guru SD YPPGI Yapil

  • Whatsapp
Anak Anak SD Inpres Sabin Okbab Pegunungan Bintang (Foto: Dok Kepsek/TP/Ilustrasi)
banner 468x60

Beberapa Sekolah Dasar di Pegubin mengeluh lantaran tidak ada guru, bahkan seorang guru merangkap menjadi guru Wali kelas, sebagai manajer sekolah dan mengajar dari kelas 1 hingga kelas 6.

YAPIL, TRIBUN PAPUA.ID—Pendidikan menjadi Aspek terpenting dalam memajukan Sumber Daya Manusia. Pendidikan juga sarana pendukung dalam membentuk pola pikir manusia; mengenal sesuatu dari ketidaktauan. Salah satu lembaga pendidikan formal yang bisa membentuk manusia menjadi manusia seutuhnya adalah Pendidikan Sekolah Dasar.

Sekolah dasar juga sebagai landasan utama, tolak ukur pembangunan sumber daya manusia, di suatu daerah.  Untuk itu,  sekolah dasar sangat mebutuhkan peran dari semua pihak baik pemerintah, tokoh, adat, gereja, hingga komponan lainnya agar pendidikan dasar sebagai pondasi pembangunan tetap kuat dan terus menerus mendorong teciptanya sumber daya manusia Pegunungan Bintang ke depan.

Kemudian, Guru di sekolah menjadi hal terpenting dalam proses belajar mengajar. Guru juga Membangun edukasi di sekolah maupun luar sekolah dan mendorong terciptanya kecerdasan masyarakat di sekitar.  Namun fakta beberapa sekolah di Pedalaman Papua terutama di wilayah Pegunungan Bintang berkata lain. Pemerataan guru di setiap sekolah dasar tidak ada, sering kekurangan guru di mana mana.

Hal ini membuat, kepala dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Pegunungan Bintang, La Igaza, S.Pd belum lama ini mengatakan Pegunungan Bintang butuh guru. Ia mengatakan dalam kegiatan Rakornis para kepala sekolah di Gedung Soskat Mabilabol beberapa waktu lalu.

Selain itu, Aktivis Pendidikan, Salmon Kasipmabin juga menyoroti tentang guru yang tidak bertugas di Sekolah. Ia menulis tentang Pegunungan Bintang butuh Guru yang punya hati. Salmon Kasipmabin memandang bahwa hanya dengan hati yang sabar, terpanggil untuk mendidik anak anak  mencerdaskan generasi Pegunungan Bintang.

SD YPPGI Yapil merupakan salah satu dari 96 SD Di Pegunungan Bintang yang mengalamai nasib yang sama, seperti minimnya tenaga guru, sarana prasarana pendukung belajar mengajar, kekuarangan RKB, Perumahan Guru dan lainnya.

SD YPPGI ini berada di kampung Yapil distrik Okbab Pegunungan Bintang. Kepala sekolah SD YPPGI Yapil,  Yodinus Mimin, s.pd, kepada media ini di kampung Yapil distrik Okbab mengatakan dari tahun 2006 smapai dengan saat ini  SD YPPGI YAPIL memiliki tenaga 1 tenaga pengajar yang bernip dan di bantu dengan 3 TU, serta 3 tenaga sukarela, ucapnya.

Yodius Mimin mengatakan “Saat ini kami masih membutuhkan tenaga guru, sebab mereka yang sedang mengajar merupakan bukan tenaga guru yang bernip, oleh sebab itu saya sebagai kepala sekolah saya masih menunggu kapan ada guru yang akan di berikan kepada kami” ujar kepala sekolah di sela sela kegiatan Sidang Klasis Okbab lalu.

Selain itu, ia mengatakan  saya sudah berusaha menyuarakan kekurangan kami ini kepada pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan Pegubin, tetapi hingga detik ini belum ada tenaga pengajar yang di tunjuk untuk mengajar di sekolah ini, tegasnya.

Untuk itu, dirinya berharap pada tahun 2020 mendatang perlu ada penempatan tenaga guru bagi kami agar murid kami bisa merasakan sentuan pendidikan yang layak sebagai mana yang di rasakan sekolah lain di daerah ini.

Meskipun begitu Yodi sapaan akrabnya itu menuturkan saya selaku kepala sekolah sekaligus satu-satunya pegawai bernip yang di tempatkan di SD YPPGI Yapil ini bersama tenaga sukarela maupun tata  Usaha telah menamatkan siswa-siswi dari SD ini sebanyak 6 kali.

Menurutnya, antusias anak anak di daerah ini untuk mendapatakan pendidikan sangat tinggi. Untuk itu, kami butuh tenaga guru yang bisa mengapdi mencerdaskan anak anak Yapil. Sementara itu,  berdasarkan pantauan media ini di lapangan 2 unit gedung RKB yang di bangun pada tahun 2015-2016 serta sejumlah fasilitas seprti  tempat belajar hingga penunjang belajar terlihat hancur dan sudah tidak layak untuk di gunakan lagi.

 

Penulis            : Melpi P. Uropmabin

Editor              : Fransiskus Kasipmabin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *