Dalam 4 Tahun, Melkior Sitokdana Menulis 11 Judul Buku dan Belasan Jurnal

  • Whatsapp
Buku yang berjudul Eksplorasi Local Wisdom Lagu Adat Suku Ngalum Ok, yang ditulis Oleh Melkior Sitokdana, S.Kom., M. Eng (Foto: Dok Pribadi/TP)
banner 468x60

Eksplorasi Local Wisdom Lagu Adat Suku Ngalum Ok adalah jubul buku terbaru yang  dicetak bulan November 2019 di Percetakan Satya Wacana University Press. Buku yang baru hadirkan di hadapan pembaca ini, menambah daftar buku yang ditulis oleh Dosen tetap UKSW Salatiga Jawa Tengah, Melkior Sitokdana, S.Kom., M.Eng.

 

Buku yang berjudul Eksplorasi Local Wisdom Lagu Adat Suku Ngalum Ok ini secara khusus mengeksplorasi local wisdom lagu adat suku Ngalum Ok karena dalam setiap penyelenggaraan kehidupannya  tidak terlepas dari “bernyanyi”.

Mereka selalu bernyanyi kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun, seperti bernyanyi saat upacara ritual, bernyanyi saat acara pesta syukuran, bernyanyi saat berdansa, bernyanyi saat santai, bernyanyi saat sedih, bernyanyi saat duka, bernyanyi saat kerja, bernyanyi saat gembira, bernyanyi saat putus asa, bernyanyi menyampaikan pesan, nasehat, permintaan kepada orang yang lain, dan sebagainya. Oleh karena itu, boleh dikatakan“ tiada hari tanpa menyanyi” atau “masyarakat gemar menyanyi”.

Semua lagu warisan leluhur maupun lagu yang mereka ciptakan sendiri mengandung nilai etika, moral dan spiritual berdimensi filosofis, teologis, ekologis, ekonomis, sosiologis dan politik. Untuk itu, dalam buku ini penulis mengeksplorasi nilai- nilai kebijaksaan dari setiap lirik lagu.

Buku ini dihadirkan untuk mendukung pembelajaran seni budaya di sekolah-sekolah dan dijadikan sebagai bahan pegangan hidup bagi masyarakat Papua pada umumnya dan khususnya masyarakat suku Ngalum Ok di Pegunungan Bintang.

Local wisdom lagu adat yang disajikan dalam buku ini akan dikembangkan dalam bentuk aplikasi digital berbasis mobile apps sehingga orang yang mau belajar bisa langsung mendengarkan suara nyanyian setiap lagu sambil membaca lirik lagu dalam bahasa Ngalum Ok, hasil translate ke bahasa Indonesia dan makna atau nilai-nilai kebijaksaan yang terkandung dalam setiap lirik lagu.

Menurut Melkior Sitokdana yang kini menjadi Dosen UKSW Salatiga itu menjelaskan dengan cara demikian akan memudahkan orang mempelajari lagu adat. Aplikasi tersebut tentunya menjadi model pengembangan dan pelestarian budaya suku bangsa di Papua pada era industri 4.0 ini, ucapnya.

Ia berharap dengan hadirnya buku ini, kedepan pengembangan local wisdom berbasis Artificial Intelligence (AI). Untuk mengarah ke teknologi AI tentu tidak mudah, namun dengan berkembangannya tren perkembangan teknologi informasi yang mengarah pada automatic systems danmunculnya generasi-generasi muda Papua yang punya passion di bidang teknologi dan seni pasti akan terwujud.

Buku buku yang pernah ditulis oleh Melkior Sitokdana, S.Kom., M.Eng adalah sebagai berikut (1), Strategi Pembangunan Pemerintahan Berbasis Elektronik [Sebuah Langka Untuk Mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera]; (2), “Menerima Misionaris Menjemput Peradaban” [Sejarah Nama Pegunungan Bintang, Papua & Awal Mula Peradaban Orang Asli Pegunungan Bintang];  (3), Sejarah Nama Papua dan Asal Usul Manusianya [Dari Penemuan Ke Peradaban, Dari Gereja Ke Politik]; ( 4), IWOL [Pusat Kehidupan Manusia Aplim Apom];

(5), Mengenal Budaya Suku Ngalum  Ok; (6), Kamus Bahasa Ngalum Ok; (7), “MASOP YEPKI” Nasehat Kehidupan  Suku Ngalum Ok; (8), “KAKA SEMON” Testimoni Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pegunungan Bintang Provinsi Papua; (9),   Budaya dan Sejarah Peradaban Suku Lepki; (10), Pendidikan Berbasis Bokam dan Sukam; (11), Eksplorasi Local Wisdom Suku Ngalum Ok.

Menurut Sitokdana, Semua buku2 yang diterbitkan ini sudah di perpustakaan nasional muaupun  internasional. Tingkat internasional ada di Library Of Congress America dan National Library Of Australia. Sekali buku  menghasilkan puluhan jurnal yang berkaitan tentang  Digitalisasi Kebudayaan “eCulture”.

Menurut Melkior yang juga  Ahli Knowledge Management System Digitalisasi Kebudayaan itu menjelaskan  Pada kegiatan Annual Research Seminar: Computer Science and Information and Communications Technology 2016  di Universitas Sriwijaya (Unsri) saya terpilih sebagai “Best Speaker” dari 90 akademisi seluruh Indonesia.

“Pada waktu itu saya berbicara tentang Knowledge Managameny Sistem Berbasis Ap Iwol yang merupakan bagian dari buku yang sudah saya terbitkan. Selain penelitian dan publikasi saya sudah mendapatkan 8 sertifikat Hak Kekayaan  Intelektual dari Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2019.  Semua buku budaya yang dihasilkan tersebut akan dibuat aplikasi digital untuk memudahkan proses pembelajaran”kata Melkior.

Menurutnya, tidak hanya menulis buku tetapi  menulis jurnal Nasional maupun Intenasional. Untuk itu, ia berharap kepada generasi muda Papua dan khususnya untuk Pegubin,  Saya mengajak generasi muda Papua untuk menulis, menulis.

Menurut Melkior, Ada beberapa manfaat menulis:  Pertama,  untuk keabadian. Dengan menulis kita akan hidup beribu-ribu tahun lamanya walau sudah meninggal. Tokoh-tokoh terkenal seperti kisah Tuhan Yesus, Plato, Socrates, Aristoteles, Santo Thomas, Nabi Musa dan lain-lain sampai sekarang karyanya masih dikenang karena ada catatan tertulis. Oleh karena itu, dengan menulis kita akan hidup berabad-abad.

Kedua, dengan menulis kita menunjukkan kualitas intelektual. Orang akan segani kita kalau memiliki banyak tulisan yang berbobot. Ketiga, dengan menulis kita mencerdaskan banyak orang dengan segala informasi, pengetahuan dan nilai-nilai kebijaksanaan yang disajikan dalam bentuk tulisan.

Keempat, dengan menulis kita akan mendapatkan banyak manfaat ekonomi. Banyak orang mendapatkan uang dari hasil menulis artikel, jurnal maupun buku.

Berikut ini Latar belakang Pendidikan formal, Penulis buku Melkior Sitokdana. Pada tahun 1995 – 2001 : SD YPPK Abmisibil Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, tahun  2001 – 2004 : SMP N  Okbibab Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, tahun 2004 – 2007 : SMA YPPK Asisi Sentani Jayapura. Sedangkan tahun 2007 – 2012 : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga Jawa Tengah dan pada tahun 2013-2015    : Pascasarjana Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada,  Yogyakarta.

 

 

Penulis: Fransiskus Kasipmabin

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *