SEPTE ADAKAN KEGIATAN KONSOLIDASI KANDIDAT CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI DI OKSIBIL

  • Whatsapp
Spey Y. Bidana, ST., M.SI, Calon Bupati Pegunungan Bintang Periode 2020-2025, bertemu masyarakat Okyip-Nangul di Okyip (Frans/TP)
banner 468x60

Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Pegunungan Bintang periode 2020-2025, SPEI HETKAN BIDANA, ST., M.Si dan Pieter Kalakmabin, A.Md.Tek atau sering disebut dengan  SEPTE terus melakukan semua tahapan sesuai ketentuan menuju bursa pilkada 2020. Salah satu tahapan yang dilakukan pasangan SEPTE pada tanggal 29/11 s.d. 1/12/2019 di Oksibil, ibu kota kabupaten Pegunungan Bintang adalah melakukan konsolidasi dengan semua unsur masayrakat. Mereka adalah para tokoh dan perwakilan dari 7 suku besar serta ratusan masyarakat pendukungnya yang turut partisipasi dalam kegiatan tersebut. Dimana suku-suku yang terdapat di Pegununagn Bintang yang hadir untuk mendukung pasangan SEPTE adalah suku Papua OK (Ngaum/Ngalum, Mek/Ketengban, Morob, Nagi, Nam/Lepki, Aplik/Kimki dan suku Una Ukam yang berbatasan dengan kabupaten Yahukimo. Dipertegas lagi bahwa di dalamnya hadir tokoh masayarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh Adat dan para intelektual dan menyampaikan pernyataan sikap dukungan penuh kepada kedua pasangan ini dengan antusias.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut, masyarakat sangat antusias. Kegiatan ini difokuskan di tiga tempat yakni: Asrama Oksop, Jalan Iwur-Sekretariat kemenangan SEPTE dan Asrama Okyop. Pernyataan sikap dukungan yang disampaikan dari semua perwakilan 7 suku ini 99 % semua sama dengan isi “menyatakan siap mendukung pasangan SEPTE tuk sukseskan pilkada 2020 mendatang”. Mereka menyatakan cukup kami sudah menderita selama 5 tahun.

Pada kesempatan ini Cabup (Bapak Spei Hetkan Bidana) menyampaikan pandangan politiknya bahwa “apabila saya terpilih sebagai bupati, saya akan kembalikan jati diri manusia Pegunungan Bintang sebagaimana sesuai harapan. Saya akan kembalikan nilai-nilai luhur positif, nilai-nilai hidup yang baik yang dimiliki rakyat 7 suku agar bisa bersatu padu dalam membangun Pegunungan Bintang bersama pemerintah. Saya akan mendorong pertumbuhan pembangunan dari semua bidang yaitu mulai dari otoritas wilayah suku-suku agar rakyat bangkit bersama, bangun bersama dan menikmati pembangunan secara bersama pula.

Untuk generasi muda, saya satu orang ini hadir untuk menyiapkan 1000 orang pintar dengan fokus kebijakan pada pembangunan kualitas pendidikan dasar dan penguatan SDM melalui perguruan tinggi di dalam dan luar negeri; membangun ekonomi rakyat melalui pemberdayaan pengusaha lokal dan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi rakyat; mempercepat terbangunnya infrastruktur jalan dan jembatan. Untuk ini saya bisa pastikan dalam 3 tahun jalan di seluruh Pegunungan Bintang dapat terhubung ke semua wilayah dan rakyat bisa melakukan bepergian, saling kunjungi dari satu wilayah ke wilayah lain hanya dengan menggunakan kendarana darat, mobil saja. Untuk semua itu saya akan mendorong pengesahan PERDA untuk memproteksi dan melindungi semua kekayaan alam di Pegunungan, supaya orang diluar tidak serta merta datang mencuri sumber daya alam kita dan justru menguntungkan mereka. Kita sendiri yang akan mengelola itu, asalkan saya siapkan sumber daya manusia anak-anak dari 7 suku ini melalui pendidikan di dalam dan dari luar negeri.

Model Kebijakan pembangunan yang saya akan lakukan adalah mulai basis wilayah 7 suku untuk mempercepat pembangunana jalan dan sebagainya. Pembangunan harus disesuaikan dengan ciri khas masyarakat dan kondisi fisik wilayah. Di setiap wilayah 7 suku atau setiap pusat-pusat pembangunan akan menempatkan bank cabang sehingga semua urusan pemerintahan distrik dan kampung berjalan lancer disana. Semua urusan tuk masyarakat di wilayah itu dapat diselesaikan disitu. Perputaran uang di pusat-pusat kota kecil itu harus berjalan normal sehingga masayrakat dan para pegawai negeri tidak mengalami kesulitan. Dengan demikian semua masayarakat, kepada kampung, kepala distrik dan staf tidak boleh lagi keluar dengan alasan yang tidak jelas ke kota. Misalnya kepala Distrik ke Kota atas panggilan Bupati sedangkan segala urusan kampung langsung dengan Kepala Distrik. Tidak ada lagi kepala kampung yang keluar kota tanpa persetujuan kepala distik dan Bupati. Supaya gaji kepala kampung tidak buang percuma hanya untuk biaya tiket pesawat, makan minum dll sampai habis semua dan pulang tangan kosong ke rumah seperti selama ini.

Sebab itu, program prioritas utama saya adalah dilakukan pembenahan secara menyeluruh. Jadi dalam 5 tahun akan difokuskan pada 5 program prioritas yaitu: bidang pendidikan secara umum dan khususnya pengembangan SDM dengan membentuk badan khusus; pemberdayaan ekonomi rakyat melalui basis 7 suku; dan pembangunan infrastruktur. Terkait ini saya sudah rencanakan selama 14 tahun di Bappeda dengan 4 titik wilayah yaitu Barat, Utara, Selatan dan Timur. Konsep teknis juga sudah saya siapkan, jadi tinggal kita implementasikan saja. Jalan yang segera saya dorong untuk masuk di Pegunungan Bintang adalah jalan trans Keerom-Oksibil dan Boven Digeol OKsibil. Itu bisa jadi dalam 1-2 tahun karena itu proyek pemerintah pusat yang setiap tahun ada uang.

Dalam kesempatan itu, Bapak Yohanes Yamkin, salah satu perwakilan 2 suku besar wilayah selatan Morob dan Nagi menyatakan “sekarang masyarakat Pegunungan Bintang harus sadar, kita sangat membutuhkan pemimpin yang kuat dan memiliki pengetahuan yang luas untuk membawah pemerintahan ke arah yang lebih baik dari kegagalan pemerintah 5 tahun sebelumnya. Khusus kami masyarakat 2 suku dari wilayah Selatan bisa mendukung kami punya orang dari Selatan tapi tidak bisa”tegasnya.

Yohanes menjelaskan mengapa kami dari wilayah Selatan melewati beberapa gunung dan lembah Oksibil untuk mendukung pasangan SEPTE yang adalah berasal dari wilayah Utara (Yipnangul)? Kami sudah berdiskusi di internal, kami tahu bahwa pasangan SEPTE inilah FIGUR Rakyar Pegunungan Bintang. Pasangan SEPTE ini sangat bagus, kuat,cocok dari latar belakangnya yaitu satu seorang Birokrat/Pemerintahan dan satu dari kalangan politisi/kader partai politik termuda.

“Mereka dua pasangan yang tepat untuk membawa masyarakat Pegunungan Bintang 5 tahun agar bisa merasakan pembangunan yang sebenarnya. Rakyat akan mengalami kemandirian dan kesejahteraan apabila kita dukung SEPTE. Kita sudah cukup menderita selama 5 tahun dan kedepan tidak boleh lagi kita menderita”, tutupnya.

Selain itu, Bapak Yanuarius Uopdana sebagai tokoh masyarakat wilayah Utara (Yipnangul/Kiwirok besar) mengatakan “kami Kiwirok besar yang terdiri dari 6 Distrik pemekarang mendukung 100% sebagai modal SEPTE. Kami siap menangkan dengan sistim noken. Pada hari perhitungan suara kami akan tiba di Oksibil dengan jalan kaki dengan busana adat. Karena itu kami minta dukungan suara tambahan dari wilayah lain, katanya.

Pernyataan sikap dukungan datang juga dari wilayah Sopker dan Sepik, Suku Lepki/Nam dan Aplik/Kimki di tempat yang terpisah. Kami sudah menderita selama 5 tahun dan kami tahu Bapak Spei dan Bapak Pieter adalah kami punya orang hebat, kami punya figure. Kami juga menjadi modal utama SPETE untuk merebut Bupati dan Wakil Bupati 2020-2025. Tidak boleh lagi orang yang tidak kami kenal datang bikin tipu kami lagi. Pernyataan ini disampaikan di Jayapura pada agenda yang sama yang dilaksanakan oleh mahaiswa tiga OK [okyop, Okhamo, Okyip], masyarakat wilayah Sopker dan Mek/Ketengban besar di Kemiri, Sentani pada satu minggu sebelumnya.

Pada waktu yang sama, pernyatan sikap dukungan disampaikan oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Toko Intelektual dan Mahasiswa Mek/Ketengban besar bahwa “kami siap mendukung penuh kepada SEPTE”. Mengapa? Sekarang kami sudah tahu bahwa orang Ketengban selalu dikorbankan atas kepentingan politik satu dua orang. Kami akan kerja untuk menangkan SEPTE. Kami siap tambahkan suara pada modal suara di Dapil II, karena itu kami tuntut kepada teman-teman dari Dapil II agar satu suara pun tidak boleh keluar untuk figure yang tidak jelas. Kalian harus bersatu, jaga suara dan tunggu suara tambahan dari kami ketengban besar. Kita harus bersatu menentukan kedua figure terbaik ini untuk Pegunungan Bintang yang lebih baik. Kami mau mendukung orang yang tidak punya masalah dengan rakyat.

Salah seorang mahasiswa putus kuliah mengatakan bahwa saya dan banyak mahasiswa yang korban, putus kuliah karena pemerintahan ini telah putuskan bantuan pendidikan dan hanya membiayai keluarganya saja. Kami sudah mengalami kesulitan besar sehingga tidak akan kompromi dengan siapa pun yang membawa uang untuk beli suara rakyat, kami mahasiswa akan jaga di lapangan. Kami akan turun lapangan dan berjuang tuk Bapak SEPTE adalah jawaban bagi kami generasi muda. Kami adalah agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan di tanah kelahiran kami. Kami sudah lihat figure yang tepat tuk generasi muda dan rakyat adalah SEPTE.

Foto Besama usai Convensi Partai Golkar Provinsi Papua, di Jayapura

Kami mahasiswa Ketengban siap bekerja tuk pasangan ini sampai menjadi Bupati dan Wakil Bupati 2021-2025. Kami sudah baca Visi dan Misi SEPTE di bidang pengembangan SDM yang sangat jelas dalam buku visi misi. Ini sudah sangat jelas bagi kami dan seperti ini yang rakyat mau. Jangan seperti kepemimpinan Costan Oktemka dan Deki Deal yang sudah mematikan masa depan generasi muda Pegunungan Bintang. Kami minta agar masyarakat tidak boleh lagi pilih orang-orang seperti mereka itu. Mereka ini jelas tidak memahami pemerintahan secara baik.

Pada kesempatan yang sama, sala satu alumni Uncen dari Ketengkan mengatakan bahwa rakyat Ketengban selalu dijadikan objek pesta demokrasi dan kami selalu menjadi korban, kami siap turun lapangan sosialisasikan kepada rakyat. Tidak boleh tipu-tipu kami lagi. Kami sarjana dan mahasiswa sekrang sudah tahu orang Pegunungan Bintang yang sudah bersekolah dan tidak bersekolah. Kami akan bekerja tuk orang yang pernah belajar dan membuat konsep tuk rakyat Pegunungan Bintang pakai otaknya sendiri dan tidak pakai pikiran, konsep orang lain. Saya dan teman-teman akan kerja keras untuk menangkan pasangan SEPTE agar yang putus kuliah bisa lanjutkan lagi. Kami punya banyak adik-adik yang butuh jalan untuk masa depan mereka. Karena itu kami siap kerja tuk masa depan adik-adik kami yang masih hidup di hutan-hutan dan kampung; kata alumni uncen ini.

Diakhir penulisan ini bahwa dalam kegiatan konsolidasai di Oksibil tidak dihadiri oleh calon Wakil Bupati karena tugas pengurusan partai politik di Jayapura dan Jakarta. Adalah sesuai dengan kerja-kerja yang dilakukan oleh SEPTE. Bahwa rakyat Pegununagn Bintang telah memberikan dukungan real dengan membubuhkan tandatangan mencapai 80% untuk memenangkan SEPTE pada 2020 mendatang.

=========================

Kontributor   :  Komokunokweng Demianus Kaakmabin

Editor             :  Mr. Gerald. O. Bidana

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *