Lolos Verfikasi, Pasangan SEPTE didoakan Pendeta dan Pastor di Oksibil

  • Whatsapp
Pasangan SEPTE Didoakan Pendeta di GIDI Sion Oksibil
banner 468x60

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Usai lolos verifikasi berkas pasangan calon Spey Bidana, ST., M.Si dan Pieter Kalakmabin, A.Md, pada hari minggu 6 September lalu bertemu Pendeta dan pastor untuk mendapat doa restu dari dua greja tua di wilayah Pegunungan Bintang yakni Greja GIDI dan Katolik.

Doa restu Pastor dari Greja Katolik dan Pendeta dari gereja GIDI merupakan wujud kerinduan dari pimpinan greja dan umat, yang sudah  lama melayani umat Tuhan di wilayah  Pegunungan Bintang ini. Greja ini sudah lama masuk di wilayah Pegunungan Bintang dan melayani umat, sehingga mohon dukungan doa dari para gembala umat.

Hal itu dikatakan Spey Bidana, ST., M.Si kepada media ini, Rabu 9 September 2020, menaggapi status Fb atas nama YK, yang membuat Netizen menaggapi dengan berbagai persepsi miring yang bisa berujung memeca bela umat Tuhan di Pegunungan Bintang ke depan.

“Doa Restu dari pimpinan Greja yang juga merupakan greja tertua melayani umat Tuhan di wilayah Pegunungan Bintang, agar dalam mengikuti tahapan pemilukada dapat menerima peneguhan iman yang baik bukan iman yang menyesatkan”kata Spey Y. Bidana.

Sementara itu, Tokoh Intelektual yang juga Tokoh yang berjuang memekarkan kabupaten Pegunungan Bintang, Theo Sitokdana mengatakan hal yang sebenarnya tidak boleh terjadi adalah mulai adanya kampanye hitam (black campaign) sebelum selesainya proses penetapan pasangan calon defenitif oleh KPUD Pegunungan Bintang dilakukan.

Apapun alasannya, diharapkan agar semua pihak, khususnya pendukung ke dua pasangan agar tidak menggunakan black campaign. Black campaign adalah cara2 yang tidak bermoral, merendahkan martabat kemanusiaan kita sebagai suku2 bangsa yang hidup mewarisi warisan leluhur kita di negeri Aplim Apom.

Bangunlah cara2, strategi dan bahasa yang lebih bermartabat, lebih bermoral dan lebih manusiawi dalam mendukung dan menjagokan kandidat anda. Tidak perlu saling serang dan saling menjatuhkan karena tidak ada nilai positif yang bisa anda peroleh selain buah dari ujaran dan tindakan emosional sesaat. Jika perilaku black campaign dipakai maka anda itu ibarat sebuah batu panas penuh barah yang masih kemerahan. Jika disiram air, uap panasnya akan mengepul terbawah angin ke udara dan menghilang, sementara batu itu menjadi dingin dan tidak ada perubahan. Batu itu tetap batu yang bisa disaksikan oleh siapa saja yang memandangnya.

Ia menjelaskan sejak awal sebelum masa kampanye resmi sesuai jadwal KPUD Peg Bintang tiba, saya hendak mengajak semua komponen pendukung dua pasangan ini agar kontrol diri, gunakan etika komunikasi dan jangan menyinggung hal2 subyektif, bernuansa SARA (suku, agama, ras). Jika anda keras kepala maka bukannya anda mendukung kandidat pilihanmu, namun memiliki motivasi menciptakan konflik memanfaatkan moment Pilkada ini, ucapnya.

Akhir kata ia berpesan “Sayangilah dirimu, hargailah sesamamu siapapun pilihan anda. Selamat mengikuti proses tahapan sesuai jadwal KPU dan raihlah kemenangan dengan penuh keharmonisan.dan damai”ujap Theo yang juga Mantan Wakil Bupati periode pertama di Pegunungan Bintang.

 

Fransiskus Kasipmabin

 

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *