Seriusi Pelestarian Kearifan Lokal, Pengurus Dewan Adat Daerah Aplim Apom Sibilki Dikukuhkan

  • Whatsapp
banner 468x60

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—Dalam upaya pelestarian kebudayaan, semua pihak mesti peduli dan bekerja sama. Para pihak yang ada diatas tanah aplim apom punya kewajiban moral demi terjaganya asset-asset budaya yang dimiliki. Pelestarian Budaya tidak hanya tugas dinas Kebudayaan dan pariwisata. Juga bukan tanggungjawab tokoh adat semata. Bukan pula kewajiban dewan adat sendiri. Atau bahkan sekolah dan keluarga. Kebudayaan milik orang Pegunungan Bintang. Tanggungjawab bersama.

Sehubungan dengan pelestarian dan pembinaan kebudayaan yang harus diemban, maka Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Pegunungan Bintang bekerja sama dengan Dewan Adat Daerah Aplim Apom Sibilki menggelar sebuah kegiatan bertema cultural. Kegiatan itu merupakan suatu kegiatan di dinas terkait tahun anggaran 2020. Kolaborasi yang apik itu menghasilkan suatu perubahan yaitu adanya pengukuhan badan pengurus dewan adat daerah aplim apom sibilki.

Untung Eka Prasetya, Asisten I Pegunungan Bintang dalam sambutannya mengatakan bahwa kebudayaan itu bersifat dinamis, bukan statis. Oleh karenanya pendukung atau pemilik kebudayaan di Pegunungan Bintang mau tak mau harus menerima perubahan asing. Tinggal bagaimana kita memfilter mana pengaruh baik dan buruknya. Yang baik diadopsi dan yang buruk ditinggalkan.

Beberapa posisi yang vakum selama beberapa tahun belakangan ini telah terisi dan langsung dikukuhkan. Pengukuhan berlangsung secara adat dibawah pimpinan Ketua Dewan Adat Aplim Apom Sibilki, Wengyep Yohanes Kakyarmabin, S.IP,MAP. Pengukuhan dilakukan oleh Bapak Ketua Dewan Adat sendiri. Pengukuhan itu dilakukan dalam iringan lagu sacral ngalum dengan penandaan pada dahi dengan tanah merah.

Kegiatan sendiri berlangsung pada senin dan selasa, 07-08 September 2020 di Aula SMKN Oksibil. Sebelum pengukuhan, kegiatan diisi dengan acara seminar. Seminar itu sendiri bertema budaya. Materi yang dibawakan antara lain :

No Materi Narasumber
1 Mengenal Kebudayaan Ibu Yasinta Urpon,S.Sos.MAP
2 Memaknai Nilai-nilai Hidup Dalam Tarian Tradisional Peg.Bintang Bpk.Sostenes Uropmabin,A.Md.Par
3 Persamaan dan Perbedaan Adat dan Agama Bpk. Drs. Aquino Uropmabin,MAP
4 Dasar-dasar Kebijakan Kebudayaan Daerah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

 

Dalam penyajian materi, para narasumber juga membawakannya dengan santai sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima peserta. Terbukti dengan diskusi yang mengalir bebas.

Dalam sambutan setelah pengukuhan, Kakyarmabin menegaskan bahwa dewan adat sejak awal berdirinya bertekad mempertahankan dan membela hak-hak dasar pribumi orang Papua. Hal yang mana merupakan salah satu isi dari konvensi ILO tentang hak-hak dasar masyarakat pribumi di dunia. Salah satu hak dasar adalah mengembangkan, membina, melestarikan dan menghargai budaya sebagai jati diri atau ciri khas suatu suku bangsa.

Christofous.M.Uropdana, selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga mengetengahkan suatu inti kebijakan yakni pemerintah siap bermitra dengan dewan adat dalam upaya pelaksanaan, pengembangan, pembinaan dan pelestarian seluruh aspek kearifan lokal yang telah ada bersamaan dengan orang aplim apom ada.

Dengan dikukuhkannya badan pengurus maka diharapkan kinerja dewan adat semakin mantap dan meningkat. Dewan adat pun mesti menjaring dan dan menjalin kerja sama dan membina hubungan kemitraan dengan berbagai pihak demi lestarinya kekayaan budaya serta mempertahankan harga diri, jati diri dan membela hak-hak dasar orang papua yang ada dan bermukin di negeri Aplim Apom tercinta.

 

Penulis : Fransiskus Kasipmabin

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *