Figur Golkar Ones Pahabol Layak Jadi PAW Wakil Gubernur Papua

  • Whatsapp

OLEH AMOYE PEKEI

Latar Belakang

Tantangan pembangunan di Papua saat ini sangat berat karena ada tantangan dari dalam dan dari luar. Tantangan dari dalam misalnya angka keimiskinan yang tinggi yang sangat sulit ditekan akibat kesulitasan akses pembangunan. Sebagian besar wilyah Papua masih berada di wilayah – wilayah yang terisolir. Wilayah – wiilayah ini belum bisa diangkau dengan sarana transpotrasi darat maupun udara. Konektifitas antar wilayah yang belum terhubung membuat pembangunan di Papua makin rumit. Selain kesulitasn akses layanan pemerintah di berbagai wilayah – wilayah tersebut, ada juga faktor lain yaitu kondisi keamanan di Papua sering terjadi konflik baik itu konflik vertikal dan horisontal. Beberapa wilayah tertentu mengalami kesulitan pembangunan karena adanya konflik gerakan politik Papua. Ada juga konflik yang sengaja diciptakan untuk kepentingan pihak – pihak terntentu. Kondisi kerumitan wilayah dan keamanan ini turut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan pembanguan di tanah Papua. Tantangan dari luar misalnya adanya kepentingan perusahaan yang mengelolah hasil bumi di Papua yang lebih mementingkan benefitnya dari pada memberikan kontribusi besar bagi rakyat dengan memperhatikan keberpihakan pada rakyat. Kondisi ini juga turut memberikan dampak buruk bagi pembangunan di Papua. Hal lain juga yang menjadi tantangan dari luar adalah adanya arus globalisasi yang sangat cepat sehingga banyak orang – orang Papua yang belum siap beradaptasi. Mereka ini akan menjadi korban pembangunan karena kalah dalam persaingan pada masa era globalisasi ini.

Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dan ketersediaan sumber daya teknologi yang memadai serta kapasitas sumber daya manusia yang mengelolahnya suda harus disiapkan agar kapasitas yang dimiliki bisa digunakan untuk mengendalikan konflik dan menekan masalah pembanguan untuk suatu kemajuan pemerntahan di Papua. Kondisi Pemerintahan di Papua tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin untuk menerjemahkan visi dan misi pembangunan daerah yang selaras dengan pembangunan nasional sesuai dengan kontekstualisasi kebutuhan daerah. Butuh pemimpin penerobos kekakuan pembangunan di Papua saat ini yang mampu menerjemahkan visi menjadi hal – hal kongkrit dan menjawab kebutuhan rakyat sat ini ( realistis ). Pemimpin yang mengerti visi pembangunan adalah pemimpin penerobos yang berpengalaman, pemimpin yang telah terbukti mempunyai rekam jejak baik dan pernah memberikan bukti pembangunan, pemimpin yang mengenal rakyatnya atau merupakan tokoh atau figur. Pemimpin pemimpin seperti kategori ini ada bayak di Papua tetapi karena masyarakatnya telah terbiasa dengan proses – proses penjaringan pemimpin melalui proses demokrasi yang money oriented membuat rakyat sulit menemukan pemimpin – pemimpin tersebut.

Dalam sejarah pemerintahan di Papua ada deretan para pemimpin mulai dari para pemimpin pemerintahan di kabupaten dan kota maupun pemimpin di pemerintah Provinsi di Papua. Kalangan para Bupati kita kenal, Jhon Gluba Gebze, Dominggus Mandacan, Anselmus Petrus You, Ones Pahabol, Habel Melkias Swae merupakan figur orang Papua yang menunjukan ciri khas tokoh yang lahir dari karakteristik wilayah adatnya yang dikenang di masanya. Masa kepemimpinan Gubernur ada Ishak Hindom, JAP Solosa, Barnabas Suebu, Fredi Numbery, hingga Gubernur Papua saat ini Lukas Enembe. Mereka merupakan sederetan tokoh – tokoh yang sangat populer di masanya lahir dan diorbitkan dari wilayah adatnya masing – masing. Masi ada banyak pemimpin lainnya yang dikenal dan selalu dikenang rakyatnya. Ada beberapa dari mereka yang harus mengalami masa kepemimpiannya dengan musibah yang menimpahnya. Misalnya gubernur Jaap Solosa dan Klemen Tinal yang dipanggil Tuhan dalam masa kepemimpinnya, tetapi juga ada juga musibah yang dialami pemimpin kita yang dijerat hukum diakhir masa kepemimpinnya.

Terlepas dari hal buruk yang dialami, pemimpin berkualitas bisa ditemukan dengan melihat pengalaman pengabdiannya sebagai pemimpin yang mau melayani dan telah meninggalkan prestasi serta kesan mendalam dalam diri rakyat pada masanya. Untuk itu diperlukan kepekahan dari alat – alat penjaringan pemimpin baik itu melalui sistem kepartaian, wadah – wadah dalam wakil rakyat di lembaga legislatif dan sistem pemerintahan. Sistem penjaringan pemimpin suda harus memikirkan sistem perekrutan pemimpin yang bebas dari manipulasi dan money oriented. Berikanlah kesempatan seluas – luasnya kepada figur – figur potensial yang telah menoreh prestasi yang baik di masanya. Proses penyeleksian yang suda harus memperhatikan prinsip good governance. Prinsip tersebut antara lain transparan, akountabilitas dan partisipatif dengan begitu kita akan melahirkan pemerintahan yang bersih. Karena dengan sistem pemerintahan yang bersih akan melahirkan banyak pemimpin yang berkulitas yang mampu membangun tanah Papua.

Setelah Gubernur Papua Jaap Solosa meninggal dimasa kepemimpinannya, ada juga beberapa tokoh Papua dan Bupati yang dipanggil pulang. Kini Wakil Gubernur Klemen Tinal juga telah dipanggil Tuhan. Kondisi Papua saat ini dengan dipanggil pulang wakil Gubernur menimbulkan banyak tanda – tanya di rakyat banyak rakyat belum mampu menerima kenyataan ini. Rakyat Papua mengalami duka yang mendalam tokoh figur wakil gubernur dipanggil Tuhan dalam keadaan tanah Papua yang belum stabil dan konflik bersenjata sedang terjadi di sebagian besar masyarakat Papua di pegunungan. Walaupn demikian hidup matinya setiap orang ada di tangan Tuhan, yang bisa kita petik adalah pelajaran yang pernah ditingalkan dan apa maksud dari deretan musibah yang terjadi di tanah Papua. Termasuk juga kita harus melihat dan menyiapkan pemimpin terbaik yang dapat melanjutkan tongkat stafet pembangunan di tanah Papua.

Sehubungan posisi wakil gubernur yang kosong saat ini, ada deretan tokoh figur yang disebutkan diatas merupakan tokoh – tokoh yang bisa dijadikan sala satu figur yang sesuai dengan mekanisme penyeleksian pemimpin pengganti antar waktu ( PAW). Di kalangan – kalangan partai Golkar kita kenal dahulu ada Jhon Ibo saat ini di Gerindra, Jhon Tabo saat ini ada di PDIP, Habel Melkias Swae yang telah ke Perindo, Ones Pahabol, Paskalis Kosay, Yoris Raweyai mereka ini figur – figur Golkar yang bisa menjadi bahan pertimbagan dalam menentukan pengganti gubernur Papua yang saat ini dari Golkar. Dari semua deretan tokoh yang disebutkan diatas berdasarkan pertimbangan kondisi Papua saat ini, pemimpin yang masih bebas tugas dan memiliki rekam jejak yang baik di masa kepemimpinnya adalah Ones Pahabol. Kapasitas dan kemampuannya dalam memimpin telah menunjukan beliau kader partai Golkar yang telah terbukti memimpin pemerintahan daerah di kabupaten Yahukimo dan mempunyai pengalaman memimpin partai di tingkat kabupaten dan provinsi Papua.

Figur Ones Pahabol

Ones Pahabol, Lahir di Ninia, 22 November, 1971, telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD) Impress Ninia pada tahun 1984, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negri 1 Kurima pada tahun 1987 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SPG Taruna Harapan Wamena pada tahun 1990. Menyelesaikan pendidikan dan menyandang gelar Strata Satu (S1) Sarjana Ekonomi di Universitas Karta Negara, Jakarta pada tahun 1998. Melanjutkan pendidikan di Universitas Hassanudin mendapatkan gelar Magister Manajemen pada tahun 2004. Setelah itu ia mendapatkan gelar Doktor di Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2011.

Ones Pahabol mulai terjun ke dunia politik pada tahun 1994 terlibat dalam tim pengurusan Partai Golongan Karya (GOLKAR) kabupaten Jayawijaya. Ia pun diberi jabatan sebagai Wakil Ketua Tiga. Dalam struktur organisasi partai GOLKAR Kabupaten Jayawijaya dari tshun 1995-2003. Ia diangkat menjadi ketua Partai GOLKAR Kabupaten Yahukimo sejak tahun 2003-2016. Tahun 2015-2016 terpilih menjadi Ketua PLT DPD I GOLKAR Provinsi Papua dan tahun 2016-2018 menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar. Dalam karir politik beliau selama 36 Tahun telah turut serta dalam memajukan partai Golkar dipegungungan tengah tanah Papua. Sampai saat ini beliau masi menjadi pembina partai Golkar di Yahukimo yang masi aktif mengorbitkan wakil rakyat di parlemen Yahukimo. Di masa kepemimpinannya sebagai PLT DPD Golkar provinsi Papua beliau telah berhasil membangun Gedung Kantor Golkar yang saat ini telah digunakan.

Selain jabatan karir politik beliau juga telah menjadi bupati 2 periode di Kabupaten Yahukimo. Kabupaten Yahukimo memilih wilayah yang luas dengan heterogenitas suku bangsa di Yahukimo. Dan keberhasilan memimpim Yahukimo beliau berhasil menyatukan beragam suku bangsa yang mendiami wilayah Yahukimo. Jumlah penduduk yang banyak lebih hampir sama dengan jumlah penduduk kota Jayapura, namun dinamika penduduknya tidak menimbulkan konflik. Daerah yang memiliki sejarah perang suku tetapi dalam masa kepemimpinannya konflik seperti itu berhasil dikendalikan melalui kepemimpinannya. Hal ini terbukti dengan torehan penghargaan dari lembaga – lembaha pemberi penghargaan antara lain THE BEST OF SOROT NEWS AWARD EXECUTIVE pada katergori Penggerak Pembangunan Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Penghargaan ASEAN PROFESSIONAL GOLDEN AWARD 2005. Dengan pertimbangan ini dapat dinyatakan sosok Ones Pahabol bukan hanya sebagai kader tetapi saat ini beliau adalah tokoh atau figur yang dimiliki Golkar dan rakyat Papua.

Kesimpulan

Papua butuh tokoh yang mampu dan memiliki rekam jejak baik dalam pemerintahan dan politik. Agar bisa menjadi penyeimbang pemerintahan dan penyeimbang iklim politik di Papua saat ini. Ketentuan menentukan figur pengganti antar waktu (PAW) wakil gubernur Papua harusnya dipertimbangkan dengan baik logis dan realistis, bukan karena pertimbangan ambisi jabatan, atau kepentingan keluarga atau kelompok kepentingan tertentu. Pertimbangan figur atau tokoh dalam menduduki posisi wakil gubernur harus dilihat berdasarkan rekam jejak kinerja yang baik dan mampu mendampingi Gubernur Papua saat ini.

Golkar mempunyai kesempatan yang besar untuk menentukan figur PAW Wakil Gubernur tersebut. Tulisan ini diuraiakan pertimbangan logis kepada pengambil keputusan untuk menilai dan memutuskan untuk mengasilakn pemimpin yang bersih dan berwibah agar pemerintahan juga akan bersih dan berwibawa. Partai Golkar harus suda bisa melihat keberlajutan partai ini kedepan bukan menentukan PAW untuk kepentingan saat ini saja tetapi juga melihat keputusan saat ini untuk mengorbitkan pemimpin perikutnya dimusim pilkada tahun 2024 yang menghadirkan deretan figur – figur yang berkualitas yang bisa ditawarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin kesukaan rakyat. Pemikiran yang menyeluruh dalam mempersiapkan pengganti antar waktu Gubernur saat ini akan turut menentukan masa kejayaan Golkar yang pernah di tireh pada masa Jhon Ibo yang mendominasi kursi DPRP.

Dengan demikian pengalamn DR. Ones Pahabol yang pernah menduduki PLT DPD I Golkar Provinsi Papua dan pengalaman dalam berprestasinya di bindang pemerintah telah menunjukan beliau layak diorbitkan sebagai calon PAW Wakil Gubernur Provinsi Papua pengganti bapak Klemen Tinal. Tuhan Memberkati.

 

Spei

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *